Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional

    Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

    SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

    Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

    Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

    Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

    Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

    Penguatan SDM Terorganisir di Pondok Pesantren Al Furqon

    Terapkan Edupreneur, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Unggulkan Tradisi

    Mengapa kita harus mengaji?

    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media
No Result
View All Result
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional

    Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

    SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

    Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

    Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

    Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

    Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

    Penguatan SDM Terorganisir di Pondok Pesantren Al Furqon

    Terapkan Edupreneur, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Unggulkan Tradisi

    Mengapa kita harus mengaji?

    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media
No Result
View All Result
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
No Result
View All Result

Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

Minggu 7 Desember 2025 | 251207
in Berita Nasional

Terlahir dari Desa Bejaten, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, KH Ahmad Zahruddin Syambasi ternyata masih satu nasab dengan KH Ubaidullah Shodaqoh. Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah. Tak pelak, keduanya masih keturunan Mbah Wali Kanjeng Raden Tumenggung Ahmad Nitinegoro yang dimakamkan di Dusun Kauman, Desa Gogodalem, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang.

KH Ahmad Zahruddin Syambasi semasa muda dan sebelum hijrah ke Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, memiliki kegemaran  berjalan kaki dan berziarah. Terutama, ketika terlibat dalam Pandu Ansor (Pramuka GP Ansor) Desa Bajaten. Acap, sekali waktu, KH Ahmad Zahruddin Syambasi berjalan kaki ke Desa Gogodalem sekadar berziarah dan bertemu dengan kerabatnya.

Silsilah KH Ahmad Zahruddin Syambasi ke atas dapat dirunut sebagai berikut: KH Ahmad Zahruddin Syanbasi bin Murt’iah binti Dunuk binti Mur binti Raden Surowijoyo bin Raden Secomenggolo bin Raden Mursyahid bin Raden Faqih bin Marto Taruno bin Raden Satrian bin Raden Lasarehan bin Raden Ahmad Nitinegoro.

Sementara silsilah KH Abaidullah Shodaqoh bin Shodaqoh Hasan bin Hasan Asy’ari bin Muhammad Misbah bin Raden Murthodito bin Zamsyari bin Raden Wongso Taruna bin Raden Bagus Towongso bin Raden Satrian bin Raden Ahmad Nitinegoro.

Silsilah kedunya bertemu pada Eyang Wali Raden Ahmad Nitinegoro bin Raden Pangeran Karawelang (Kaliwungu) bin Umar Said (Sunan Muria) bin Raden Mas Sahid (Sunan Kalijaga).

Memang, Raden Ahmad Nitinegoro adalah seorang tumenggung yang membawahi luasan wilayah Kecamatan Bringin saat ini. Jika dilihat pondok-pondok pesantren yang tersebar di wilayah Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga, silsilah mereka akan merujuk kepada Raden Ahmad Nitinegoro tersebut.

Sekilas tentang Kanjeng Raden Tumenggung Ahmad Nitinegoro adalah putera Pangeran Karawelang, Bupati Kaliwungu, Kendal. Cucu Sunan Kalijaga dari jalur Sunan Muria. Ia berkelana keluar dari istana untuk mencari penghidupan baru dalam menyebarkan agama Islam. Dan, di Dusun Kauman, Desa Gogo dalem itulah ia mendapat tempat yang mulia. Bersama Syekh Jamaluddin yang ahli menulis kaligrafi (blawong), ia menata kehidupan masyarakat dan mendirikan pesantren. Berawal dari Gogodalem, kehidupan pesantren kemudian menyebar di wilayah Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Dakwah itu berhasil. Kehidupan dan tata pemerintahan di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga tidak luput dari pengaruh yang telah ditanamkannya.

Tags: gogdalemkaumanKH Ubaidullah ShodaqohKota SemarangnitinegoroPedurunganPondok Pesantren Al-Itqon BugenPWNU Jawa TengahsalatigasemarangTlogosari Wetan
Previous Post

Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

Next Post

SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

Next Post

SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

Pesantren Al Furqon Lubuklinggau

© 2025 Pesantren Al Furqon Lubuklinggau - Tim IT

Navigasi Situs

  • • Kebijakan Privasi
  • • Pedoman Siber

Ikuti Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media

© 2025 Pesantren Al Furqon Lubuklinggau - Tim IT