Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional

    Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

    SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

    Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

    Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

    Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

    Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

    Penguatan SDM Terorganisir di Pondok Pesantren Al Furqon

    Terapkan Edupreneur, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Unggulkan Tradisi

    Mengapa kita harus mengaji?

    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media
No Result
View All Result
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional

    Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

    SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

    Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

    Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

    Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

    Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

    Penguatan SDM Terorganisir di Pondok Pesantren Al Furqon

    Terapkan Edupreneur, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Unggulkan Tradisi

    Mengapa kita harus mengaji?

    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media
No Result
View All Result
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
No Result
View All Result

Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

Senin 8 Desember 2025 | 251208
in Berita Nasional

Di tengah derasnya arus digitalisasi, ketika layar gawai semakin mendominasi perhatian generasi muda, SMA Al Furqon Lubuklinggau mengambil langkah strategis dan visioner untuk membangun budaya literasi yang kuat. Sekolah ini menerapkan sebuah kebiasaan sederhana namun berdampak besar: satu jam membaca buku sebelum kegiatan belajar dimulai. Program ini bukan sekadar rutinitas tambahan, tetapi bagian dari upaya serius menciptakan ekosistem pendidikan yang berorientasi pada karakter, kecerdasan, dan kemandirian belajar.

Kebiasaan satu jam membaca ini dilaksanakan setiap pagi. Seluruh siswa memasuki kelas dengan suasana tenang, membuka buku pilihannya, baik fiksi, nonfiksi, sains, sejarah, biografi tokoh, hingga kitab-kitab klasik pesantren. Guru-guru mendampingi tanpa mengintervensi, memberikan ruang bagi siswa untuk menyelami dunia bacaan masing-masing. Pola ini membangun ritme belajar yang sehat: sebelum menerima materi baru, pikiran siswa terlebih dahulu dipersiapkan melalui aktivitas membaca yang mendalam.

Program ini lahir dari kesadaran: kemampuan membaca bukan hanya keterampilan akademik, tetapi kunci bagi perkembangan intelektual dan karakter. Melalui membaca, siswa belajar memilah informasi, memperluas kosakata, meningkatkan daya konsentrasi, serta mengasah empati terhadap pengalaman dan gagasan orang lain. Dalam jangka panjang, budaya membaca menguatkan kemampuan problem solving, kreativitas, dan berpikir kritis. Kompetensi yang sangat dibutuhkan di era digital.

SMA Al Furqon Lubuklinggau juga menata ruang sekolah untuk mendukung gerakan ini: perpustakaan yang lebih ramah, pojok baca di tiap kelas, dan akses buku-buku baru yang terus diperbarui. Sekolah bekerja sama dengan berbagai mitra literasi, komunitas baca, serta penerbit untuk memperkaya koleksi bahan bacaan siswa.

Dampak positifnya mulai terlihat. Siswa menjadi lebih siap menghadapi pelajaran, lebih fokus, dan lebih terbiasa berdiskusi secara mendalam. Guru-guru pun merasakan suasana belajar yang lebih hidup dan kondusif. Yang paling membanggakan adalah tumbuhnya kesadaran bahwa membaca bukan sekadar kewajiban sekolah, tetapi kebutuhan pribadi.

Dengan komitmen yang kuat, SMA Al Furqon Lubuklinggau membuktikan: budaya literasi dapat dibangun melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Satu jam membaca bukan hanya cara memulai hari, tetapi langkah besar menuju generasi muda yang cerdas, kritis, dan berkarakter.

Tags: literasimembacapembiasaan
Previous Post

SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

Next Post

SD Al Furqon Lubuklinggau Buka Kampung Digital

Next Post

SD Al Furqon Lubuklinggau Buka Kampung Digital

Pesantren Al Furqon Lubuklinggau

© 2025 Pesantren Al Furqon Lubuklinggau - Tim IT

Navigasi Situs

  • • Kebijakan Privasi
  • • Pedoman Siber

Ikuti Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media

© 2025 Pesantren Al Furqon Lubuklinggau - Tim IT