Mengarungi abad teknologi dan komunikasi global telah memberi inspirasi sebuah perkampungan digital di lingkungan Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau. Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau yang dikenal telah mengembangkan kreativitas literasi sedang mengupayakan pola pendidikan digital yang berkelanjutan. Pemahaman agama tidak semata dalam pola baca dan tulis, melainkan menelaah ulang hasil karya cipta Allah Taala, berupa alam semesta.
Model Pembelajaran Berbasis Lingkungan dan Teknologi
Kampung Digital SD Al Furqon Lubuklinggau merupakan sebuah model pembelajaran berbasis lingkungan dan teknologi yang dirancang untuk menumbuhkan literasi digital, kreativitas, serta karakter peserta didik sejak usia dini. Kampung Digital tidak dimaknai semata-mata sebagai ruang teknologi, melainkan sebagai ekosistem belajar yang memadukan nilai keislaman, kearifan lokal, dan kecakapan abad ke-21.
Konsep ini bertujuan menjadikan siswa sebagai subjek aktif pembelajaran, bukan hanya pengguna teknologi, tetapi juga pencipta konten edukatif yang bermanfaat. Melalui Kampung Digital, siswa diperkenalkan pada keterampilan dasar dokumentasi, fotografi, videografi, jurnalistik sederhana, serta pemanfaatan media digital secara bijak dan bertanggung jawab. Kegiatan ini diarahkan untuk membentuk karakter literat, kritis, kolaboratif, dan berakhlak mulia.
Ruang Belajar Terbuka Berbasis Proyek
Secara implementatif, Kampung Digital menghadirkan ruang belajar terbuka berbasis proyek (project-based learning). Siswa dilibatkan dalam kegiatan seperti mendokumentasikan potensi kampung, merekam aktivitas sosial-keagamaan, memotret ketahanan pangan lokal, serta mempublikasikan hasil karya dalam bentuk konten digital yang positif dan mendidik. Guru berperan sebagai fasilitator dan pendamping, sementara siswa belajar melalui pengalaman langsung.
Kampung Digital SD Al Furqon Lubuklinggau juga berfungsi sebagai sarana penguatan karakter islami. Setiap aktivitas digital ditanamkan nilai adab, etika bermedia, kejujuran, dan tanggung jawab, sehingga teknologi menjadi alat dakwah, edukasi, dan pemberdayaan, bukan sekadar hiburan.
Dengan konsep ini, SD Al Furqon Lubuklinggau diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang melek digital, cinta lingkungan, peduli masyarakat, serta siap menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebudayaan lokal. Kampung Digital menjadi wujud nyata sekolah sebagai pusat peradaban dan transformasi sosial berbasis pendidikan.








