Untuk meningkatkan keberlangsungan proses belajar-mengajar serta mutu kompetensi, maka setiap Peserta Didik di SD Al Furqon Lubuklinggau harus memenuhi syarat bebas dari buta huruf Al Quran yang dibuktikan dengan sertifikat dari TPA dan/atau RA. Hal ini karena mempertimbangkan beberapa hal yang harus dipenuhi diantaranya:
Pertama, Al Quran dapat menjadi spirit dan motivasi kecerdasan. Tidak ada orang yang terbelakang ingatannya ketika sering melafalkan atau menyimak Al Quran. Dari kisah BJ Habibie, Presiden RI ke-3, dapat disimak kisah hidupnya yang sudah gemar mencintai Al Quran sejak kecil. Dari biografinya, dapat dibaca kalau bayi BJ Habibie belum mau tenang jika belum mendengar lantunan Al Quran. Jsutru, dengan memperbanyak mendengarkan atau melafalkan Al Quran seseorang bisa meningkat kecerdasannya.
Kedua, berkaitan dengan materi keagamaan yang padat, maka melek baca tulis Al Quran bagi Peserta Didik di SD Al Furqon Lubuklinggau sudah menjadi keharusan. Ada beberapa metode pembelajaran yang menyenangkan untuk diterapkan dalam belajar sehingga setiap Peserta Didik memiliki gairah yang kuat untuk melantunkan Al Quran.
Ketiga, standar penyeragaman. Artinya, SD Al Furqon Lubuklinggau memiliki standar baca Al Quran yang fasih. Setiap Peserta Didik akan ditashih kefasihannya dalam melafalkan Al Quran.
Di samping itu, hafal surat-surat pendek Al Quran merupakan standar syarat kelulusan. Sebagaimana Profil Lulusan menjadi standar kompetensi yang tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 046/H/Kr/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Dalam keputusan tersebut disebutkan 8 poin penting yang menjadi standar Capaian Pembelajaran peserta didik, yaitu keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Dengan hafal surat-surat pendek dari Al Quran, setiap Peserta Didik SD Al Furqon sudah dibekali dengan kepemimpinan dasar untuk menjadi seorang imam.
Dengan demikian, dari tiga alasan pertimbangan tersebut di atas, maka melek dari buta huruf Al Quran menjadi persyaratan utama di SD Al Furqon Lubuklinggau. Adapun Peserta Didik yang masih buta huruf Al Quran akan diikutsertakan dalam program khusus yang pengelolaannya akan diatur oleh Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau. Bisa melalui program TPA yang diselenggarakan setiap sore atau program khusus yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau.










