Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional

    Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

    SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

    Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

    Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

    Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

    Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

    Penguatan SDM Terorganisir di Pondok Pesantren Al Furqon

    Terapkan Edupreneur, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Unggulkan Tradisi

    Mengapa kita harus mengaji?

    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media
No Result
View All Result
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional

    Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

    SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

    Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

    Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

    Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

    Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

    Penguatan SDM Terorganisir di Pondok Pesantren Al Furqon

    Terapkan Edupreneur, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Unggulkan Tradisi

    Mengapa kita harus mengaji?

    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media
No Result
View All Result
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
No Result
View All Result

H Ferry Irawan AM: Mengenang Tujuh Hari Kewafatan Cik Mad

Kamis 25 September 2025 | 250925
in Album

Muhammad, sejak lahirnya ya begitu namanya, hanya satu suku kata. Sedangkan penambahan kata ACE di ujung namanya adalah kependekan dari dua nama orangtuanya Alwi-Cekning. Penambahan ACE kemudian menjadai MUHAMMAD ACE setelah menjadi pegawai negeri di Dinas Peternakan Kabupaten Musi Rawas sekitar tahun 1986.

Pengaruhnya dalam keluarga besar ACE (Alwi-Cekning) seakan, Muhammad ACE, menjadi pusaran air. Kepeduliannya menampung seluruh keluarga kakak, adik beradik, keponakan bahkan cucu sekalipun, menjadikan rumahnya tak pernah sepi dan selalu terisi oleh keluarga besar yang numpang di rumahnya sambil sekolah atau hanya bermalam melepas kangen.

Dia ringan tangan, pedulinya sangat tinggi dalam membantu setiap keluarganya yang mengeluh. Itulah sosoknya. Dia tak mau mendengar dua kali ada keluarga yang mengeluhkan masalah padanya. Tak segan merogoh sakunya dan memberikan uang jajan kepada para ponakannya, atau meminjamkan uang kepada kakak atau adik-adiknya yang membutuhkan.

Saya, Ferry Irawan AM, sebagai keponakan ikut numpang semenjak dia masih lajang. Pertengahan tahun 1982, saya menjadi bagian di dalam rumah Neknang dan Neknoh di Tran Bansos II (baru) di era Soeharto. Kami menempati rumah kayu bantuan presiden (1982) di bagian ujung. Sedangkan bapak saya di Tran Bansos I (lama) di pangkal dusun.

Kami menempati rumah itu, Saya sendiri, Neknang Alwi, Neknoh Cekning, Cik Mad (Muhammad) dan Cik Son (Masonah, anak bungsu dari Neknang-Neknoh). Satu tahun kemudian Cik Son menikah. Maka tinggal kami berempat menempati rumah itu. Keseharian kami,  saya sekolah kelas 3. Cik Mad sebagai tenaga guru honor di SDN Dharmakarya. Neknang dan Neknoh motong karet.

Setahun kemudian ketika saya naik kelas IV, Muhammad ACE diangkat menjadi pegawai negeri. Dan, saya ikut diboyong ke Lubuklinggau, pindah ke SD Negeri 16, Jalan Kelabat, Talang Jawa Kiri I, Kota Lubuklinggau. Cik Mad bekerja di Dinas Peternakan Kabupaten Musi Rawas, Tabapingin. Selama kurang lebih 3 bulan. Saya dan Cik Mad menempati pondok bambu milik Pak Ujang Inip di Jalan Ceremeh. Maklumlah, untuk mengontrak rumah, kami belum mampu. saya sendiri, selepas sekolah menjual es balon dengan berkeliling di seputaran Jalan Ceremeh untuk memenuhi kebutuhan sekolah, jajan, bahkan terkadang membeli bumbu dapur.

Begitulah sebagian kisah yang teramat berkesan saya mengenang 7 hari mangkatnya Pamanda Muhammad ACE. Muhammad ACE, Allahumaghfirlahu, Aamiin.

Tags: Al Furqon LubuklinggauKota Lubuklinggau
Previous Post

Mengenang 5 Tahun Kewafatan Hj Umi Kalsum

Next Post

Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

Next Post

Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

Pesantren Al Furqon Lubuklinggau

© 2025 Pesantren Al Furqon Lubuklinggau - Tim IT

Navigasi Situs

  • • Kebijakan Privasi
  • • Pedoman Siber

Ikuti Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media

© 2025 Pesantren Al Furqon Lubuklinggau - Tim IT