Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional

    Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

    SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

    Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

    Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

    Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

    Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

    Penguatan SDM Terorganisir di Pondok Pesantren Al Furqon

    Terapkan Edupreneur, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Unggulkan Tradisi

    Mengapa kita harus mengaji?

    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media
No Result
View All Result
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional

    Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

    SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

    Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

    Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

    Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

    Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

    Penguatan SDM Terorganisir di Pondok Pesantren Al Furqon

    Terapkan Edupreneur, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Unggulkan Tradisi

    Mengapa kita harus mengaji?

    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media
No Result
View All Result
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
No Result
View All Result

Belajar dari Alexander The Great untuk Memenangkan Banyak Permainan

Senin 16 Juni 2025 | 250616
in SD AL FURQON

Pada suatu hari, Raja Macedonia, Filipus II, mengundang Aristoteles untuk berdiskusi. Dia mengkhawatirkan anaknya yang hanya belajar saja di dalam istana. Tidak memiliki kemahiran selain berhitung dan belajar kepada Aristoteles.

Aristoteles yang bijak tersenyum. “Aku melihat bakat yang luar biasa pada diri Alexander, bahkan di luar jangkauan pikiran manusia di negeri ini.”

“Apa itu?” tanya Filipus II kepada Aristoteles. Filosof besar yang namanya kemudian dikenal di seluruh dunia.

“Coba besok pagi pagi sekali, kita ajarkan Alexander menunggang kuda liar. Kuda yang baru ditangkap dari hutan,” sahut Aristoteles.

“Terlalu berbahaya. Aku tidak mengijinkan Alexander menunggang kuda liar yang belum jinak padanya.”

Aristoteles yang bijak masih tersenyum. “Kita tidak bisa mendidik anak menjadi manja. Dia harus terlatih melewati berbagai macam kesulitan. Di situlah, pikirannya akan tumbuh. Kau lihat pohon yang baru saja ditanam, bagaimana pohon itu berusaha menancapkan akar akarnya kedalam bumi hingga batangnya tumbuh kokoh dan daun daunnya rindang dan lebat. Melahirkan buah buah yang ranum untuk disantap. Penuh perjuangan. Demikian pula, Alexander.”

Keesokan harinya, pagi pagi sekali, Raja Filipus II, Aristoteles, dan Alexander telah berdiri di arena pacuan kuda. Seorang pelayan datang menuntun seekor kuda besar, berwarna hitam, dan berbulu kaki warna putih. Kuda besar itu pun diserahkan kepada Alexander.

“Apakah engkau mampu menundukkannya, Puteraku?” tanya Raja Filipus II kepada Alexander dengan nada suara ragu.

“Aku akan menaklukkannya ayah,” jawab Alexander, pasti.

“Baiklah, tunggangilah kuda itu dan bawa kemari setelah dia tunduk kepadamu,” sahut Raja Filipus II, khawatir.

Alexander tanpa ragu mengambil alih tali kekang kuda yang berada di tangan pelayan ayahnya. Masih dibantu oleh sang pelayang, Alexander melompat ke atas kuda. Perlahan, kedua kakinya menggebrak perut kuda. Kuda itu terlonjak dan Alexander terjatuh. Alexander meringis karena tangannya tergores, luka.

“Apa kataku? Alexander yang masih belia ini tidak akan mampu menaklukkan kuda liar ini,” sahut Raja Filipus II.

Namun, Alexander cepat bangkit dan menyatakan kesanggupannya kembali untuk menaklukkan si kuda liar. Dia kembali melompat ke atas pelana dan menarik tali kekang yang telah membelit di mulut kuda. Sekali sentak, kuda liar itu mengangkat kedua kaki depannya lalu lari terbirit membawa tubuh mungil Alexander.

Perasaan khawatir kian memuncak dari roman muka Raja Filpus II, menyaksikan tubuh Alexander yang seakan hilang dari atas punggung kuda. Karena, sang kuda berlari sangat kencang, mengitari arena pacuan kuda.

Tujuh kali putaran sudah, kuda liar nan gagah itu membawa tubuh Alexander mengelilingi arena pacuan. Hingga akhirnya, sang kuda berlari keluar, menghilang dari pandangan mata.

Hati Raja Filipus II semakin sedih. Kepada Aristoteles setiap hati dia merintih. “Apa ku bilang, aku justru telah kehilangan putera satu satunya,” keluhnya. “Sudah tiga hari, seluruh pengawal mencari cari Alexander hingga tidak ditemukan rimbanya.”

Tiba tiba, istana Macedonia bergetar. Suara riuh gegap gempita menyambut Alexander yang datang menunggangi kuda liar yang telah jinak.

Wajah Raja Filipus II berubah gembira. Dia datang tergopoh, menyambut Alexander.

Alexander pun turun dari kuda dengan gagah. Tubuh mungil itu tampak perkasa.

Raja Filipus II merangkul erat tubuh Alexander ketika sudah turun dari kuda. “Macedonia terlalu sempit untukmu, Puteraku,” bisik Raja Filipus II di telinga Alexander.

Benar. Di kemudian hari, Alexander menjadi raja besar yang mampu menaklukkan dunia. Dengan pasukannya, dia menaklukkan India dan Persia di selatan hingga Mesir di Afrika. Luas kekuasaannya hanya bisa dikalahkan oleh luas kekuasaan Kubilai Khan.[Mangiya].

Tags: Alexander the GreatFilipus
Previous Post

Canangkan Favorit, Ponpes Al Furqon Unggulkan Beberapa Program

Next Post

Becoming a Favorite, SD Al Furqon Implements Solidarity

Next Post

Becoming a Favorite, SD Al Furqon Implements Solidarity

RA Al Furqon Lubuklinggau Integrasikan Kurikulum Cinta

Pesantren Al Furqon Lubuklinggau

© 2025 Pesantren Al Furqon Lubuklinggau - Tim IT

Navigasi Situs

  • • Kebijakan Privasi
  • • Pedoman Siber

Ikuti Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media

© 2025 Pesantren Al Furqon Lubuklinggau - Tim IT