Memasuki tahun ajaran baru 2025-2026, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau melalui divisi pendidikan tingkat SD Al Furqon Lubuklinggau mengambil langkah langkah antsipatif-strategis. Setidaknya, ada tiga langkah strategis yang dapat dilakukan oleh Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau. Langkah langkah tersebut adalah dengan meningkatkan mutu rombel, mengaktifkan kegiatan belajar 24 jam, dan melakukan kerjasama dengan Perguruan Tinggi.
Konsep Belajar Mengajar
Dengan meningkatkan mutu rombongan belajar atau disingkat rombel berarti kegiatan pembelajaran peserta didik di lingkungan Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau akan meninggalkan pola lama yang hanya berkonsentrasi di dalam gedung kelas. Masing masing rombongan belajar terdiri dari lima orang atau tujuh orang peserta didik yang akan dipandu oleh seorang guru atau lebih sehingga pola pembelajaran ini akan memacu daya kreatif setiap peserta didik secara lebih intensif dan terarah. Melalui pola ini, masing masing Tujuan Pembelajaran, Alur Pembelajaran, dan Capaian Pembelajaran akan dipraktikkan secara langsung oleh peserta didik. Dengan demikian, pola pembelajaran dengan hanya mengandalkan metode ceramah dari guru sudah dipandang tidak efektif lagi. Mengingat arus pengetahuan yang begitu deras saat ini. Jadi, peserta didik akan lebih banyak menyerap ilmu dan pengetahuan dengan cara mempraktikkannya.
Dengan mengaktifkan kegiatan dengan sistem belajar 24 jam, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau mengaktifkan fungsi organisasi pesantren. Dengan kata lain, proses pendidikan dan pembelajaran akan dilaksanakan oleh organisasi yang melibatkan guru dan peserta didik secara intensif. Ada kegiatan bimbingan belajar di luar jam resmi sekolah dengan melibatkan banyak stakeholder. Hal ini sangat berguna bagi peserta didik untuk lebih intensif dengan gurunya, terutama dari ekses negatif game online akut yang sedang melanda generasi emas Indonesia.
Langkah selanjutnya adalah melakukan kerjasama dengan Perguruan Tinggi yang ada di Kota Lubuklinggau. Posisi strategis Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau yang berada di tengah Kota Lubuklinggau sangat potensial bagi perguruan tinggi untuk menitipkan program program mengajar bagi mahasiswa yang menekuni bidang pendidikan. Para mahasiswa tersebut dapat mempraktikkan ilmu dan metode mereka selama menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi.
Pesantren Tetap Diminati
Minat masyarakat pada sistem pendidikan pesantren dari tahun ke tahun terus meningkat tajam. Indikasi banyaknya sekolah yang tutup karena kekurangan murid sudah menjadi fenomena umum di Indonesia. Beberapa madrasah di Pulau Jawa bahkan sudah membuka asrama tempat tinggal seperti umumnya pesantren. Begitu pula, perguruan perguruan tinggi seperti UIN dan IAIN sudah pula mendirikan ma’had atau asrama pesantren.
Melihat fenomena ini, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau perlu berbenah diri dengan memanfaatkan dan memaksimalkan sumbedaya yang ada. Meskipun, dipandang sebagai kekurangan, namun kekurangan itu justru menjadi potensial ketika dilakukan dan diatur dengan strategi yang tepat.










