Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional

    Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

    SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

    Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

    Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

    Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

    Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

    Penguatan SDM Terorganisir di Pondok Pesantren Al Furqon

    Terapkan Edupreneur, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Unggulkan Tradisi

    Mengapa kita harus mengaji?

    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media
No Result
View All Result
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional

    Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

    SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

    Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

    Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

    Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

    Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

    Penguatan SDM Terorganisir di Pondok Pesantren Al Furqon

    Terapkan Edupreneur, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Unggulkan Tradisi

    Mengapa kita harus mengaji?

    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media
No Result
View All Result
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
No Result
View All Result

Lubuklinggau Kota Aksara

Selasa 22 Juli 2025 | 250722
in Berita Nasional

Sejak ditemukan Aksara Kaganga di Bukit Sulap, Kota Lubuklinggau layak untuk menyandang gelar sebagai Kota Aksara. Sebagaimana aksara merupakan intangible yang menjadi milik kolektif komunitas masyarakat Kota Lubuklinggau yang diakui dunia. Dengan ditemukan Aksara Kaganga tersebut, telah menandakan Kota Lubuklinggau sebagai kota beradab, kota yang berbudaya tinggi. Dan, tidak semua suku-bangsa di dunia memiliki aksara. Warga Kota Lubuklinggau sudah sepatutnya berbangga diri dengan capaian tertinggi di bidang budaya tersebut.

Aksara, Abjad, atau Alfabet Kaganga merupakan produk asli Nusantara. Meskipun, ada pendapat yang mengatakan jika aksara tersebut merupakan anak turun dari Aksara Brahmi yang diimpor dari India. Aksara Kaganga tersebar luas dari ujung Sumatera hingga Filipina. Di beberapa tempat, corak dan simbolnya sedikit mengalami variasi. Namun, dapat dikenali jika aksara variasi tersebut memiliki dasar Kaganga.

Memang, kebanyakan sarjana mengungkapkan keterikatan budaya India dan Nusantara begitu erat sehingga selalu dikaitkan dengan budaya (H)industan yang datang dari (H)india. Nemun, setidaknya, dapat diteliti lebih lanjut, sejauh manakah keterkaitan dan keterikatan tersebut? Apakah hanya sebatas pada aksara belaka sementara kehidupan sosial di Sumatera hampir tidak mengenal struktur kasta sebagaimana di India dan Jawa Tengah?

Pola pola keterikatan budaya India dan khususnya bagian ulu Sumatera Selatan hampir tidak terlihat. Dapat dibandingkan dengan struktur sosial yang terdapat di sekitar Candi Borobudur dan Prambanan.

Pola struktur sosial masyarakat ulu Sumatera Selatan yang cenderung bebas, tanpa mengenal kasta hanya meyakini adanya nenek ma-hyang (moyang) yang bersemayam di air/laut dan pu-hyang (puyang) yang bersemayam di gunung. Masyarakat ulu Sumatera Selatan meyakini, puyang adalah leluhur yang menjelma menjadi harimau dan bersemayam di puncak/lereng gunung Dempo (Da mPu Hyang). Sebagai gunung tertinggi di Sumatera Selatan, di ulu sungai Musi terdapat banyak peninggalan batu beraksara atau dikenal dengan sebutan Surat Ulu. Sementara di lereng dan puncak Gunung Dempo, banyak terdapat batu batu peninggalan masa Megalitikum.

Bukit Sulap yang berada di Lubuklinggau merupakan rangkaian Gunung Barisan yang memanjang dari ujung Utara hingga Selatan pulau Sumatera. Setidaknya, Bukit Sulap sudah memiliki denyut nadi kehidupan dalam sepanjang sejarah manusia.

Tags: Kota LubuklinggauLubuklinggauLubuklinggau Kota Aksara
Previous Post

Kriteria dan Ciri Sastra Pesantren

Next Post

Intrakurikuler? Kokurikuler? Ekstrakurikuler? Mengapa Dipisah?

Next Post

Intrakurikuler? Kokurikuler? Ekstrakurikuler? Mengapa Dipisah?

Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Siapkan Peluang Santri Mahasiswa Mukim

Pesantren Al Furqon Lubuklinggau

© 2025 Pesantren Al Furqon Lubuklinggau - Tim IT

Navigasi Situs

  • • Kebijakan Privasi
  • • Pedoman Siber

Ikuti Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media

© 2025 Pesantren Al Furqon Lubuklinggau - Tim IT