Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional

    Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

    SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

    Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

    Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

    Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

    Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

    Penguatan SDM Terorganisir di Pondok Pesantren Al Furqon

    Terapkan Edupreneur, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Unggulkan Tradisi

    Mengapa kita harus mengaji?

    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media
No Result
View All Result
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional

    Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

    SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

    Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

    Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

    Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

    Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

    Penguatan SDM Terorganisir di Pondok Pesantren Al Furqon

    Terapkan Edupreneur, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Unggulkan Tradisi

    Mengapa kita harus mengaji?

    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media
No Result
View All Result
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
No Result
View All Result

Intrakurikuler? Kokurikuler? Ekstrakurikuler? Mengapa Dipisah?

Rabu 23 Juli 2025 | 250723
in Murid

Di Luar Kelas? Siapa Takut?

Tiga hal ini sering dibedakan dalam sebuah lembaga pendidikan umum. Namun, ketiganya menjadi integral di Pondok Pesantren Al Furqon. Karena, kesemuanya termuat dalam satu kesatuan pola manajemen yang tertib.

Sebagaimana intrakurikuler pada lembaga pendidikan umum sering diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan dalam jam jam pelajaran yang terdapat di kelas serta menjadi bagian inti dari kurikulum sekolah. Contohnya adalah kegiatan pembelajaran di ruang kelas, piket membersihkan kelas, wawasan kebangsaan, upacara bendera hari Senin dan hari besar nasional, kegiatan senam pagi, kegiatan keagamaan/peribadatan yang diatur dari kelas.

Kokurikuler dijadikan kegiatan pendukung pembelajaran intrakurikuler, bersifat penguatan materi atau pengayaan yang terpisah dari kegiatan intrakurikuler. Umumnya berupa penugasan atau projek yang masih berkaitan dengan pelajaran. Contohnya adalah field study (studi lapangan), outbound, bakti sosial, study tour, pembuatan karya tulis, diskusi kelas, presentasi siswa, dan projek karya siswa.

Sementara ekstrakurikuler diartikan sebagai  kegiatan di luar jam pelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi siswa secara menyeluruh. Contohnya adalah pramuka, paskibra, paduan suara, PMR (Palang Merah Remaja), pecinta alam, teater, karya ilmiah remaja (KIR), marching band, olimpiade, tari tradisional, renang, klub bahasa, debat, dan masih banyak lagi sesuai minat peserta didik.

Pertanyaannya kemudian adalah mengapa ketiganya terpisah? Bagaimana jika klasifikasi dari ketiga kriteria tersebut dikelola secara integral?

Pola pola pembelajaran demikian memang mengutamakan ruang kelas yang mewah. Lengkap dengan serba fasilitas padahal kebutuhan pembelajaran saat ini adalah pengembangan skil, kompetensi, pendidikan karakter, serta membahagiakan. Kegiatan pembelajaran yang tidak terikat pada ruang kelas tertentu. Memang, masih jarang sebuah pendidikan yang mengajarkan arti kebahagiaan dalam menuntut ilmu dan bukan dalam situasi belajar yang tertekanan. Padahal, pikiran peserta didik dapat hidup manakala mampu menemukan kebahagiaan sejati ketika menuntut ilmu.

Tiga kriteria tersebut sebenarnya bisa dijadikan aspek dalam pencapaian pembelajaran seorang peserta didik. Seorang peserta didik dapat dinilai dengan mencapai tiga kriteria tersebut. Bukan pada tata tertib yang kaku. Sehingga diperlukan sebuah manajemen pembelajaran yang tertib untuk memenuhi tuntutan administrasi yang semakin ketat saat ini.

Tags: Belajar di luas kelasKota LubuklinggauLubuklinggau
Previous Post

Lubuklinggau Kota Aksara

Next Post

Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Siapkan Peluang Santri Mahasiswa Mukim

Next Post

Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Siapkan Peluang Santri Mahasiswa Mukim

Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Siapkan Profil Lulusan

Pesantren Al Furqon Lubuklinggau

© 2025 Pesantren Al Furqon Lubuklinggau - Tim IT

Navigasi Situs

  • • Kebijakan Privasi
  • • Pedoman Siber

Ikuti Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media

© 2025 Pesantren Al Furqon Lubuklinggau - Tim IT