Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional

    Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

    SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

    Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

    Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

    Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

    Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

    Penguatan SDM Terorganisir di Pondok Pesantren Al Furqon

    Terapkan Edupreneur, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Unggulkan Tradisi

    Mengapa kita harus mengaji?

    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media
No Result
View All Result
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional

    Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

    SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

    Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

    Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

    Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

    Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

    Penguatan SDM Terorganisir di Pondok Pesantren Al Furqon

    Terapkan Edupreneur, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Unggulkan Tradisi

    Mengapa kita harus mengaji?

    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media
No Result
View All Result
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
No Result
View All Result

Tradisi Besadu di Kalangan Masyarakat Lubuklinggau

Kamis 21 Agustus 2025 | 250821
in Event

Besadu diistilahkan dalam bahasa Melayu, khususnya Melayu Sambas, Kalimantan Barat, berarti tradisi adu mulut atau berbalas pantun secara spontan dalam suatu acara adat atau pertemuan masyarakat. Dalam tradisi  tersebut, dua orang atau lebih saling berbalas pantun, syair, atau kata-kata yang penuh makna, biasanya dengan nada jenaka, sindiran halus, atau nasihat. Besadu tidak hanya dianggap sebagai hiburan rakyat, tetapi juga sarana pendidikan moral, diplomasi sosial, dan menjaga kekayaan bahasa serta sastra lisan Melayu.

Ciri Khas Besadu

Berbentuk lisan – dilakukan secara langsung, bukan tertulis.

Menggunakan pantun atau syair sebagai medium.

Interaktif – dilakukan secara berbalas-balasan.

Fungsi sosial – untuk menjalin silaturahim, menasihati, menghibur, sekaligus menunjukkan kepandaian berbahasa.

Dengan demikian, besadu bisa dipahami sebagai pertarungan kata-kata yang indah dan bermakna dalam bentuk pantun atau syair di kalangan masyarakat Melayu.

Kata Besadu dalam konteks masyarakat Lubuklinggau memiliki ciri khas yang sedikit berbeda dari istilah yang digunakan masyarakat Melayu Sambas tersebut. Besadu bisa berarti bersandar, baik dalam bentuk ritme bahasa tubuh yang mencari perlindungan dari terik matahari di bawah pohon atau dalam tutur kata sekadar melepas keluh kesah. Besadu memiliki padanan kata dengan kata Bedadu yang berarti berhenti sejenak untuk sekadar berteduh atau beristirahat dari kepenatan bekerja.

Secara kontekstual, Besadu adalah menumpahkan curahan isi hati agar mendapat empati dan simpati dari orang yang lebih mengerti, tentu dengan tutur bahasa yang lebih sopan sehingga tidak memancing emosi untuk sebuah amarah. Besadu diutarakan oleh si penutur agar dalam keluh kesah akan mendapatkan jalan keluar atau solusi.

Dramatisasi Besadu

Sebuah drama dilahirkan dari ekspresi dan refleksi kehidupan nyata manusia. Dari drama tersebut, dapat dimengerti sebuah ekpresi atas kejadian atau peristiwa. Namun, dari drama tersebut diharapkan dapat satu gambaran hikmah. Pelajaran yang dapat diambil saripatinya ketika meniti jalan kehidupan.

Namun, tidak semua orang mengerti arti sebuah drama apalagi dalam situasi yang menghimpit. Kehidupan nyata yang dialami tidak pernah disadari dalam sebuah refleksi kecuali hanya berlalu begitu saja. Padahal, sebuah refleksi sangat diperlukan agar tidak terjerumus ke dalam lubang kesengsaraan yang sama.

Tags: BesaduLubuklinggau
Previous Post

Kitab-kitab Kuning Standar di Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau

Next Post

Masyarakat Maju Ditandai dengan Pendidikan

Next Post

Masyarakat Maju Ditandai dengan Pendidikan

Mengapa kita harus mengaji?

Pesantren Al Furqon Lubuklinggau

© 2025 Pesantren Al Furqon Lubuklinggau - Tim IT

Navigasi Situs

  • • Kebijakan Privasi
  • • Pedoman Siber

Ikuti Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media

© 2025 Pesantren Al Furqon Lubuklinggau - Tim IT