Kemampuan mengenal konsep bilangan merupakan bagian dari kemampuan kognitif yang harus dikenalkan pada anak sejak dini. Mengenalkan konsep bilangan pada anak dapat melatih untuk berfikir logis dan sistematis melalui pengamatan terhadap benda-benda kongkrit, gambar gambar atau angka angka yang terdapat di sekitarnya. Kemampuan mengenal konsep bilangan dapat melatih anak agar berfikir kritis dan sitematis melalui pengamatan terhadap benda nyata, gambar, maupun angka yang ada di sekitarnya.
Kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak usia dini dapat distimulasi melalui berbagai media alat permainan. Sementara proses pembelajaran anak usia dini dapat dilakukan dengan menggunakan prinsip “bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain. Konsep bilangan pada anak usia dini dapat didorong dengan berbagai media alat permainan pada proses pembelajara.
Di dalam buku ini, penulis melakukan observasi awal pada bulan Maret 2024 di RA Al Furqon yang terletak di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Penulis melakukan observasi dan wawancara dengan 2 guru kelas. Peserta didik RA Al Furqon Lubuklinggau terdapat 15 orang berada pada rentang usia 5-6 tahun, terdiri dari 9 anak laki laki dan 6 anak perempuan. RA Al Furqon Lubuklinggau masih menerapkan Lembar Kerja Anak (LKA) dalam proses pembelajarannya, belum menggunakan media yang inovatif dan menarik sehingga minat belajar anak belum maksimal dalam pembelajaran konsep bilangan.
Di dalam pembelajaran pengenalan huruf, peserta didik di RA Al Furqon Lubuklinggau sudah mulai memahami dengan baik, tetapi dalam pembelajaran konsep bilangan masih ada beberapa anak yang masih perlu bimbingan guru. Berdasarkan hasil studi dokumentasi penilaian di kelompok B RA Al-Furqon Lubuklinggau pembelajaran mengenal huruf anak sudah Berkembang Sangat Baik (BSB), tetapi dalam pembelajaran mengenal konsep bilangan anak sudah Mulai Berkembang (MB).
Untuk meningkatkan kemampan mengenal konsep bilangan pada anak kelompok B di RA Al Furqon Lubuklinggau, guru RA Al Furqon sudah menggunakan media. Media yang digunakan adalah menyesuaikan LKA yang telah disediakan. Guru hanya melihat kemampuan anak secara umum tidak melihat kemampuan anak dari sisi yang lain, sehingga guru merasa kesulitan terhadap media yang selama ini digunakan. Guru perlu mempelajari bagaimana memilih serta menggunakan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Guru menginginkan media pembelajaran yang lebih fokus pada materi kemampuan mengenal konsep bilangan secara kreatif dan inovatif.










