Dilansir dari laman Kanwil Kemenag Sumsel yang berjudul “Ponpes Al-Furqon Sukses Hadirkan Iwan Fals ke Lubuklinggau”, Rabu (27/07/2011); Diberitakan kehadiran penyanyi legendaris, Iwan Fals, di Kota Lubuklinggau pada Minggu (24/07/2011).
Kehadiran penyanyi legendaris Iwan Fals tersebut telah memberi arti tersendiri bagi Pengasuh sekaligus Pimpinan Pesantren Al Furqon Lubuklinggau kala itu, Drs H Ahmad Wahyuddin ketika ditemui di kediamannya, Selasa (26/07/2011). Bagi Ahmad Wahyuddin, ia sangat bersyukur atas sukses pagelaran akbar tersebut atas dukungan beberapa pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Di samping, keinginan untuk menghadirkan Iwan Fals dalam sebuah konser besar bukan perkara mudah dan sudah lama diidam-idamkan sejak beberapa tahun sebelumnya. Meskipun, konser musik religi Iwan Fals yang diselenggarakan di Lapangan Merdeka Lubuklinggau tersebut membersamai rangkaian tur 99 pesantren yang didukung oleh Al-Zastrouw dan Grup Musik Ki Ageng Ganjur. Dan, Pesantren Al Furqon Lubuklinggau merupakan persinggahan yang ke-69.
Konser dan kunjungan penyanyi legendaris Iwan Fals di lokasi Pesantren Al Furqon Lubuklinggau tersebut setidaknya merangkai beberapa kegiatan diantaranya dialog budaya yang digawangi oleh Al-Zastrouw bersama masyarakat dan komunitas pecinta seni Kota Lubuklinggau dan sekitarnya, menanam pohon di lingkungan Pesantren Al Furqon Lubuklinggau, serta ziarah dan doa bersama di makam pendiri Pesantren Al Furqon Lubuklinggau. Kunjungan Iwan Fals bersama Grup Musik Ki Ageng Ganjur di Kota Lubuklinggau tersebut dimeriahkan pula dengan konser musik di Lapangan Merdeka Lubuklinggau yang dibuka dengan istighasah dan salawat.
Bagi Al-Zastrouw, rangkaian tur 99 pesantren yang digawangi olehnya, karena pesantren merupakan pusat kebudayaan dan kesenian bukan sarang teroris yang dituduhkan orang. Selain itu, kehadiran mereka juga untuk meneguhkan kembali komitmen dalam membangun negara.
Pada kesempatan dialog budaya yang diselenggarakan di Pesantren Al Furqon Lubuklinggau tersebut, Iwan Fals menyampaikan kata-kata yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari yaitu Bismillah dan Alhamdulillah. “Oh ya, kenapa kok Bismillah, karena saya merasa setiap hari kita ngomong Bismillah tapi kita sangat jarang memaknai, mengapresiasi, melakukan kata-kata itu dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Iwan Fals. Begitu pula dengan ucapan salam. Bagi Iwan, ucapan salam bukan hanya sekadar merindukan kesejahteraan kita pribadi saja melainkan juga merindukan kesejahteraan kita semua. “Jadi, itulah pentingnya Bismillah, Alhamdulillah, dan mengucapkan salam kepada orang lain,” tegasnya. [Mangiya].










