Kala itu, setelah berhasil meletakkan dasar kepesantren di Ponpes Hubbul Aitam di Jalan Malabar, Kelurahan Jawa Kiri I, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, dan Pesantren “Modern” Ar-Risalah di Jalan Lapter Silampari, Kelurahan Airkuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, KHA Zahruddin Syambasi yang ditemani oleh dua orang santri dari Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an, Tebuireng, Muhtarom dan Muhyiddin, mendapat inspirasi untuk membuat sebuah yayasan baru yang bernama Yayasan Madrasatul Furqon. Yayasan tersebut kemudian mengambil lokasi kavlingan di Jalan Sejahtera, Kelurahan Tabajemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau.
KHA Zahruddin Syambasi memang sering memberi nama masjid atau pesantren di wilayah Kota Lubuklinggau dan sekitarnya seperti Masjid Agung As-Salam yang berada di tengah Kota Lubuklinggau, Masjid Baitul A’la yang berada Kelurahan Tabapingin, Masjid Tambihul Ghafilin yang berada di Kelurahan Majapahit, Pondok Pesantren Hubbul Aitam dan Pondok Pesantren Ar-Risalah. Nama nama tersebut tentu tidak sekadar sebuah inspirasi, melainkan memiliki makna terdalam dan orientasi masa depan. Sebagaimana Pondok Pesantren Hubbul Aitam yang sekarang telah berpindah alamat di Jalan Jenderal Besar HM Soeharto, No 2, Rt. 1, Kelurahan Lubukkupang, Kota Lubuklinggau, terinspirasi dari kasih sayang terhadap anak anak yatim dan Pondok Pesantren Ar-Risalah yang diambil dari sebuah kitab karya Imam Asy-Syafi’i, Ar Risalah. Mengingat pada waktu itu, KHA Zahruddin Syambasi ingin mengembangkan sebuah pondok pesantren yang berlandaskan pada kitab kitab salaf, terutama Mazhab Syafi’i. Adapun sematan “modern” pada Pesantren Modern Ar-Risalah adalah muncul belakangan.
Inspirasi yang bisa diambil dari Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an, disebut pula PPMQ, Tebuireng, kala itu mengingat slogan dan jargon pendiri PPMQ, KHM Yusuf Masyhar, yang terkenal, Hamilul Qur’an lafdhan wa ma’nan wa ‘amalan. Menciptakan santri yang hafal Al Quran, baik dari segi pelafalan, mengerti makna, dan pengamalan kandungan isi Al Quran.
Pada perkembangannya, inspirasi tersebut terus berkembang seiring perkembangan Pesantren Al Furqon Lubuklinggau. Pesantren Al Furqon Lubuklinggau kemudian mendirikan pula Yayasan Al Fajri yang bertempat di Jalan Garuda, Kelurahan Kayuara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau. Nama Al Fajri tersebut diambil dari salah satu putera H Rajab Samendawai yang ingin pesantren di Kabupaten Musirawas pada saat itu berkembang pesat. Oleh karena itu, KHA Zahruddin Syambasi kemudian mencanangkan Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Dua di lokasi baru tersebut.
Tidak berhenti pada dua pesantren tersebut, Pesantren Al Furqon Lubuklinggau juga telah mencanangkan Yayasan Hj Umi Kalsum untuk pengelolaan Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Tiga yang berlokasi di Kelurahan Tabajemekeh, Kota Lubuklinggau; Yayasan Hj Muthmainnah untuk pengelolaan Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Empat yang berlokasi di Desa Bejaten, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang; Serta, Yayasan KHA Zainal Abidin untuk pengelolaan Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Lima yang berlokasi di Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. [Mangiya].









