Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional

    Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

    SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

    Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

    Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

    Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

    Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

    Penguatan SDM Terorganisir di Pondok Pesantren Al Furqon

    Terapkan Edupreneur, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Unggulkan Tradisi

    Mengapa kita harus mengaji?

    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media
No Result
View All Result
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional

    Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

    SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

    Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

    Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

    Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

    Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

    Penguatan SDM Terorganisir di Pondok Pesantren Al Furqon

    Terapkan Edupreneur, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Unggulkan Tradisi

    Mengapa kita harus mengaji?

    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media
No Result
View All Result
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
No Result
View All Result

Kisah Manggala dari Cukilan (Napak Tilas Jejak Langkah KHA Zahruddin Syambasi)

Senin 26 Mei 2025 | 250526
in Album

Bagian II

Langkah Ki Semar di Desa Bejaten

Demikian, Tohirin dan Wasilah memiliki seorang anak lelaki bernama Suhud. Belum diketahui lebih jauh, apakah Suhud memiliki saudara atau tidak.

Di Desa Cukilan itu, Suhud lahir dan tumbuh dalam asuhan orangtuanya. Ketika beranjak dewasa, Suhud memiliki gairah untuk mesantren di Desa Bejaten yang kala itu ada seorang Kiai Sepuh bernama Abdullah Umar. Orang orang di sekitar Desa Gogodalem, Kecamatan Bringin, terutama  Pesantren Poncol, menyebutnya Mbah Kiai Sepuh dalam silsilah Keluarga Raden Ahmad KRMT Nitinagara Gogodalem. Kesepuhan KH Abdullah Umar tersebut diungkapkan pula oleh KH Nahrowi Dalhar Watucongol yang mengatakan, “Abdullah Umar kuwi Kangku.” KH Nahrowi Dalhar atau sering disebut Mbah Dalhar adalah generasi santri yang paling muda selama mondok di Mekah di antara santri santri senior lainnya seperti KH Ali Hafidh Demak, Hadrastussyekh KHM Hasyim Asy’ari, KHA Wahab Chasbullah.

Di Pesantren Bejaten itu, Suhud mengikuti pengajian di masjid hingga akhirnya diambil menantu oleh Nyai Raden Dunuk, saudara sepupu KH Abdullah Umar. Suhud menikah dengan Murti’ah. Kemudian, menempati rumah di sebelah utara masjid, jalan menuju pesarean Desa Bejaten.

Seperti Syambasi dan saudara saudara perempuannya, Suhud memiliki performa yang kalem. Kalau berjalan melenggak lenggok seperti Semar. Murah senyum dan sumeleh. Dari hasil pernikahan tersebut, Suhud dan Murti’ah dikarunia tiga orang puteri (Hindun, Maryam, dan Ruhaimi) dan seorang putera bernama Syambasi yang di kemudian hari dikenal namanya Ahmad Zahruddin Syambasi.

Sedikit sekali informasi yang bisa digali dari cerita Suhud dan Murti’ah. Hanya diinformasikan, jika sepetak tanah peninggalan sepasang suami istri itu sudah dijual setelah tiga kakak perempuannya, Hindun, Maryam, dan Ruhaimi menjalani biduk rumah tangga masing masing. Hindun mengikuti suaminya dan tinggal di Desa Glawan, selatan Desa Bejaten. Maryam mengikuti suaminya dan tinggal di Dukuh Kalongan, Desa Bejaten. Sementara, Ruhaimi menikah dengan AM Sukarjo dan tinggal di Muarakelingi, Kabupaten Musirawas. Di kemudian hari, Ruhaimi wafat dan dikebumikan di Tebuireng, Kabupaten Jombang. [Mangiya].

Continue Reading
Tags: Desa Glawan
Previous Post

Kisah Manggala dari Cukilan (Napak Tilas Jejak Langkah KHA Zahruddin Syambasi)

Next Post

Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Tiga Desa Bejaten Kabupaten Semarang

Next Post

Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Tiga Desa Bejaten Kabupaten Semarang

Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Dua Kayuara Kota Lubuklinggau

Pesantren Al Furqon Lubuklinggau

© 2025 Pesantren Al Furqon Lubuklinggau - Tim IT

Navigasi Situs

  • • Kebijakan Privasi
  • • Pedoman Siber

Ikuti Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media

© 2025 Pesantren Al Furqon Lubuklinggau - Tim IT