Melanjutkan cita cita KHA Zahruddin Syambasi yang ingin melestarikan pesantren, Pesantren Al Furqon Lubuklinggau telah menyiapkan lahan Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Dua yang berlokasi di Jalan Garuda, Kelurahan Kayuara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Lokasi tersebut sudah dipersiapkan jauh jauh hari sejak masa KHA Zahruddin Syambasi. Dan, untuk pengelolaannya sudah pula dipersiapkan Yayasan Al Fajri.
Sejauh ini, Pesantren Al Furqon Lubuklinggau terus berbenah diri, baik dengan kesiapan ekonomi-pendidikan maupun sumberdaya manusianya. Adapun metode belajar yang hendak dikembangkan selalu mengacu kepada petuah para ulama, Al Muhafadhah ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Sebuah kaidah yang bersifat dinamis di dalam merespon perubahan jaman.
Adapun yang menjadi pijakan dan landasan pengembangan orientasi Pesantren Al Furqon Lubuklinggau adalah menjadikan pesantren yang memiliki kualitas pemahaman tradisi ulama ulama salaf yang disertai dengan perangkat perangkat metodologi baru. Misal, boleh saja seorang santri Pesantren Al Furqon Lubuklinggau menekuni bidang teknologi, tetapi santri tersebut juga mesti memiliki bekal keilmuan keilmuan keagamaan yang telah mentradisi. Sehingga dengan teknologi tersebut, seorang santri Pesantren Al Furqon Lubuklinggau memiliki jiwa yang kuat pada agama yang disertai dengan kecerdasan teknologi.
Oleh karena itu, kitab kitab kuning semisal Fath Al Qarib, Fath Al Mu’in, Tafsir Al Jalalain, hingga Al Fiqh ‘alal Madzahib Al Arba’ah tetap menjadi kerangka teoretik pembelajaran dan pendidikan di Pesantren Al Furqon Lubuklinggau. Di samping, pengembangan ilmu ilmu umum dan bahasa.
Pada aspek bahasa, literasi menjadi fondasi pembelajaran di Pesantren Al Furqon Lubuklinggau. Literasi tidak saja menuntut kebiasaan membaca, melainkan pada peningkatan menulis dan pemahaman materi sehingga dapat melangkah pada riset riset ilmiah dan melahirkan produk produk karya. Santri yang belajar di Pesantren Al Furqon Lubuklinggau akan dibekali sastra dan susastra pintu membuka khazanah ilmu dan pengetahuan.
Dengan demikian, proses pendidikan dan pembelajaran di Pesantren AL Furqon Lubuklinggau memerlukan kontrol sistematis dari sebuah lembaga yang khusus mengontrol selama proses tersebut berlangsung. [Mangiya].










