Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional

    Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

    SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

    Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

    Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

    Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

    Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

    Penguatan SDM Terorganisir di Pondok Pesantren Al Furqon

    Terapkan Edupreneur, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Unggulkan Tradisi

    Mengapa kita harus mengaji?

    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media
No Result
View All Result
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional

    Literasi Siswa Perlu Langkah Pembiasaan

    SMA Al Furqon Lubuklinggau Hadirkan Kamus Cinta

    Dua Kiai yang Masih Satu Nasab pada KRT Nitinegoro

    Beramal Jariyah dengan Menabur Benih

    Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Bersahabat dengan Anak

    Aceh: A City of Ancient Civilization, Full of Charm

    Penguatan SDM Terorganisir di Pondok Pesantren Al Furqon

    Terapkan Edupreneur, Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Unggulkan Tradisi

    Mengapa kita harus mengaji?

    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media
No Result
View All Result
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
No Result
View All Result

Inovasi Konsep Pembelajaran Kitab Salaf di Pesantren Al Furqon Lubuklinggau

Senin 26 Mei 2025 | 250526
in MADRASAH DINIYAH

Pengembangan Pesantren Al Furqon Lubuklinggau mengalami proses pengenalan bentuk yang berjalan alami, tidak terkonsep sebagaimana kebanyak pesantren di Pulau Jawa yang menekankan sebuah spesifikasi seperti pesantren Al Quran, pesantren salaf yang khusus membidangi kajian kitab kitab salaf, dan pesantren modern yang mencirikan pada bahasa Inggris.

Pada awal pendirian Pesantren Al Furqon Lubuklinggau, KHA Zahruddin Syambasi menginginkan Kota Lubuklinggau dan sekitarnya menjadi wilayah basis santri sehingga diperlukan banyak pesantren. Sehingga, KHA Zahruddin Syambasi sangat antusias jika ada alumni pesantren yang ingin mendirikan pesantren. Karena, pesantren bukan saja sebuah lembaga pendidikan agama dalam pengertian awam, melainkan sebuah komponen budaya yang tidak terpisahkan dari sejarah Nusantara dan Indonesia. Pesantren juga merupakan basis pertahanan idealisme bangsa dari waktu ke waktu, terutama ketika menghadapi kolonialisme Belanda, Portugis, dan Inggris di kawasan Asia Tenggara. KHA Zahruddin Syambasi, baik langsung atau tidak langsung, ikut terlibat dalam proses pendirian pesantren pesantren yang ada di Kota Lubuklinggau dan sekitarnya seperti Pondok Pesantren Hubbul Aitam, Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas, Pesantren Modern Ar Risalah, Pondok Pesantren Al Istiqomah Desa Bumimakmur, Kecamatan Nibung, Kabupaten Musirawas Utara, dan Pondok Pesantren Madrasatul Quran, Desa G1 Mataram, Kabupaten Musirawas.

Pada proses selanjutnya, Drs H Ahmad Wahyuddin menekankan proses dan dukungan ekonomi dan kelembagaan pendidikan yang kuat melalui pendirian RA Al Furqon Lubuklinggau, SD Al Furqon Lubuklinggau, dan SMP Al Furqon Lubuklinggau. Sebelumnya, Drs H Ahmad Wahyuddin pernah mendirikan perguruan tinggi dan SMA Al Furqon Lubuklinggau.

Dua warisan tersebut, budaya pesantren dan kelembagaan pendidikan tersebut telah menjadi modal yang cukup meskipun capaian capaian maksimal terus mengalami pasang surut.

Oleh karena itu, Pesantren Al Furqon Lubuklinggau memerlukan orientasi sistematis dengan pendekatan metodologi pembelajaran yang inovatif setelah cucu cucu KHA Zahruddin Syambasi telah beranjak dewasa dan memilki latar belakang pendidikan yang beragam. Modal utama warisan budaya dan lembaga pendidikan tersebut memerlukan penanganan yang dikerjakan secara sistematis dan tidak statis.

Di bawah kepemimpinan Masyhadi, Pesantren Al Furqon Lubuklinggau tetap memelihara tradisi salaf dan kitab kitab kuningnya dengan pendekatan baru. Dengan pendekatan sistematis, pengajaran kitab kuning akan dilakukan dalam kegiatan yang tidak membosankan sehingga pembelajaran yang biasa dianggap momok bagi kalangan santri justeru menjadi sebuah kegembiraan dalam menuntut ilmu.[Mangiya].

Tags: Kabupaten MusirawasKota LubuklinggauPesantren Al Furqon Lubuklinggau
Previous Post

Pesantren Al Furqon Lubuklinggau Dua Kayuara Kota Lubuklinggau

Next Post

Mustasyar PBNU Kunjungi Pesantren Al Furqon Lubuklinggau

Next Post

Mustasyar PBNU Kunjungi Pesantren Al Furqon Lubuklinggau

Di Bawah Pengawasan Badan Litbang Kurikulum Pendidikan dan Pengajaran Pesantren Al Furqon Lubuklinggau

Pesantren Al Furqon Lubuklinggau

© 2025 Pesantren Al Furqon Lubuklinggau - Tim IT

Navigasi Situs

  • • Kebijakan Privasi
  • • Pedoman Siber

Ikuti Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Nasional
  • Profil Madrasatul Furqon Lubuklinggau
    • Mengenal Pesantren Al Furqon Lubuklinggau
    • Identitas Media

© 2025 Pesantren Al Furqon Lubuklinggau - Tim IT