Garda Media Al Furqon adalah divisi yang dibentuk untuk membidangi pengelolaan informasi insformasi kegiatan, ilmu, dan pengetahuan yang dikembangkan oleh Pesantren Al Furqon Lubuklinggau. Divisi tersebut merupakan bagian dari divisi divisi yang bergerak di Pesantren Al Furqon Lubuklinggau, terutama untuk pengembangan literasi dan riset.
Kehadiran divisi tersebut ditujukan untuk mempersiapkan peserta didik dan santri Pesantren Al Furqon Lubuklinggau guna memajukan dan meningkatkan studi selama menempuh pendidikan dan pembelajaran di Pondok Pesantren Al Furqon Lubuklinggau. Adanya Garda Media Al Furqon tersebut dapat menjadi wahana komunikasi dalam menunjang pengelolaan informasi informasi aktivitas, ilmu, dan pengetahuan yang akan menjadi bahan riset pada Badan Litbang dan Penerbitan Al Furqon. Sebagaimana diketahui Pesantren Al Furqon Lubuklinggau telah membuat inovasi inovasi pembelajaran sehingga dapat menjadi pelopor di bidang kemajuan studi dan pembelajaran, baik di lingkungan Kota Lubuklinggau maupun dalam sekala nasional.
Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran surat Al Kahfi ayat 109 yang berbunyi: Katakanlah, ͞kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). Maka, sudah seharusnyalah pesantren dapat menjadi pelopor kemajuan kemajuan studi yang kreatif dan inovatif.
Garda Media merupakan komunitas penggiat literasi dan riset pada program program ilmu dan pengetahuan. Divisi yang dimotori oleh guru guru sekolah dan stakeholder dalam mengembangkan studi dan keilmuan. Sebagaimana praktik praktik pembelajaran yang dikemas ke dalam pengetahuan pengetahuan sistematis.
Pesantren Al Furqon Lubuklinggau yang didirikan oleh KHA Zahruddin Syambasi ini telah meletakkan fondasi keilmuan melalui dasar dasar literasi dan riset. Melalui berbagai pendekatan sebagaimana menghafal Alfiyah sejak dini kemudian dikembangkan kedalam pemahaman ilmu yang lebih intensif. Pada taraf lebih jauh, Pesantren Al Furqon Lubuklinggau juga membimbing santri santri dan peserta didik untuk menghafal Al Quran dengan penguasaan kitab kitab kuning.
Untuk memenuhi cita cita tersebut, Pesantren Al Furqon Lubuklinggau telah membuat sistem terprogram yang akan dipantau secara berkesinambungan oleh Badan Penelitian, Pengembangan, dan Penerbitan. Sehingga hasil hasil dari kerja ilmiah yang dihasilkan oleh santri santri dan peserta didik yang mengikuti program pendidikan dan pembelajaran secara berjenjang di Pesantren Al Furqon Lubuklinggau dapat menguasai kunci kunci ilmu secara esensial dan aplikatif. [Mangiya].










